Safe and SecureUpdate News

Kebakaran Kecil di Pesawat Asiana Airlines, Power Bank Jadi Pemicu

Insiden kebakaran kecil akibat power bank di penerbangan Asiana Airlines menuju Hong Kong menjadi peringatan serius akan bahaya penggunaan perangkat penyimpan daya ini di pesawat dan kendaraan umum lainnya.

Sebuah penerbangan Asiana Airlines yang tengah mengudara menuju Hong Kong sempat dilanda kepanikan setelah terjadi kebakaran kecil di dalam kabin. Insiden tersebut dipicu oleh sebuah power bank milik penumpang yang mengalami panas berlebih, hingga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan dan harus mendapat penanganan medis.

Peristiwa ini kembali mengingatkan publik akan risiko penggunaan power bank, terutama di ruang tertutup seperti pesawat dan kendaraan umum lainnya. Meski terlihat sepele dan sudah menjadi barang bawaan sehari-hari, power bank sejatinya menyimpan potensi bahaya serius jika tidak digunakan dengan benar.

Power bank umumnya menggunakan baterai lithium-ion atau lithium-polymer. Jenis baterai ini memiliki kepadatan energi tinggi, sehingga rentan mengalami thermal runaway—kondisi ketika suhu meningkat drastis dan memicu kebakaran atau bahkan ledakan—jika terjadi korsleting, kerusakan fisik, atau paparan panas berlebih.

Di dalam pesawat, risiko tersebut bisa meningkat. Ruang kabin yang tertutup, perubahan tekanan udara, serta penggunaan power bank yang terus-menerus saat mengisi daya gawai dapat mempercepat kenaikan suhu perangkat. Jika power bank tidak memiliki sistem pengaman yang baik atau kualitasnya rendah, potensi terjadinya percikan api menjadi lebih besar.

Bahaya serupa juga mengintai di kendaraan umum lain seperti bus jarak jauh, kereta, hingga kapal laut. Penggunaan power bank saat ditaruh di saku, di bawah bantal, atau tertutup benda lain dapat menghambat pelepasan panas. Dalam kondisi ekstrem, baterai bisa memuai, terbakar, bahkan menyebarkan api ke lingkungan sekitar.

Read More  Sxored Raih Pendanaan dari East Ventures, Perkuat AI di Industri Pembiayaan

Otoritas penerbangan di berbagai negara sebenarnya telah menetapkan aturan ketat terkait power bank. Umumnya, power bank hanya boleh dibawa di kabin, bukan di bagasi tercatat, dengan kapasitas tertentu dan tidak boleh digunakan secara sembarangan selama penerbangan. Maskapai juga kerap mengimbau penumpang untuk tidak mengisi ulang power bank di dalam pesawat.

Agar risiko dapat diminimalkan, penumpang disarankan menggunakan power bank bersertifikasi resmi, menghindari produk murah tanpa standar keamanan jelas, serta tidak menggunakan perangkat yang sudah menggembung, retak, atau cepat panas. Selain itu, power bank sebaiknya tidak digunakan saat tidur atau ditinggal dalam kondisi menyala terlalu lama.

Insiden di pesawat Asiana Airlines menjadi peringatan penting bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada sistem transportasi, tetapi juga pada kesadaran penumpang dalam menggunakan perangkat elektronik pribadi. Kebiasaan kecil yang diabaikan bisa berujung pada risiko besar bagi diri sendiri dan orang lain.

Back to top button